7 comments on “Contoh Sengkalan di Sekolahan

    • benar mas pembukaan memang selalu merujuk pada awal atau urutan pertama.. hal ini bisa kita lihat semisal pada susunan acara, acara pertama kebanyakan adalah pembukaan.. atau juga dalam Al-Qur’an surat yang pertama adalah Al-Fathihah berarti Pembuka.. di UUD 1945 juga didahului dengan Pembukaan atau Preambule..

      Namun demikian kita juga mesti ingat bahwa pemilihan kata berikut penggolongan watak dalam sengkalan memiliki aturan tersendiri.. Sebuah kata dapat diturunkan dengan banyak cara, semisal secara Guru Dasanama, Guru Sarana dsb.

      Untuk kata Ambuka ini mengapa dimasukan dalam watak 9 dan bukan watak 1.. sebab Ambuka, Buka, Pambuka dsb. disini tidak diartikan sebagai awalan tapi diartikan sebagai keadaan atau atau aktivitas yang terkait dengan sesuatu yang berlubang atau terbuka.. kata Ambuka secara Guru Karya sama artinya dengan Leng (Lubang) sebab Ambuka atau Membuka berarti melakukan sesuatu agar bisa terbuka atau berlubang..

      Kemudian mengapa sesuatu yang berlubang berwatak 9.. menurut asalnya (si pembuat sengkalan) hal ini didasarkan bahwa Lubang Alami yang berada di tubuh manusia berjumlah 9 (selengkapnya dapat silihat di “Mengenal dan Membuat Candrasengkala”..

      matur suwun

    • kalo pas dulu diajari Guru SD atau SMP saya malah lupa bang jay dan malah kurang paham… tapi ketika kita belajar sendiri di saat kapasitas nalar dan logika kita cukup memadai, ilmu budaya seperti “sengkalan” yang menggunakan olah pikir tenyata mudah dipahami..

      sebuah catatan:
      saya kira kurang tepat jika, ilmu budaya setingkat “sengkalan” ini dijarkan dimasa SD atau SMP, gak bakal paham anak seusia itu (kayak saya contohnya :D) –> sebab orang dewasa saja belum tentu bisa memahami dengan baik😀

    • iya mas betul… contoh di atas masih mending tertera tahun masehinya, mungkin sebagian besar bangunan lama malah hanya tertulis huruf jawanya saja dan akan jadi lebih rumit mengartikannya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s